Kamis, 23 Februari 2012

Tak seburuk keliatannya

bicara soal "nge-judge" itu gampang. tinggal bilang apa yang kita lihat, dan mengambil kesimpulan. entah itu baik atau buruk.
bicara soal "lidah" itu lebih tajam dari pedang. siapapun bisa sakit hati atau bahagia karena bagian tubuh yang tak bertulang itu.
kau melihat, tak selamanya apa yang kau lihat.
kau mendengar, tak selamanya apa yang kau dengar.

belajarlah dari apa yang sudah kau ketahui, bukan saja kau melihat
belajarlah dari apa yang sudah kau ketahui, bukan saja kau mendengar
tetapi, lihatlah kau tak pernah tahu apa yang belum tentu kau lihat dan dengar.

sebaik-baik dan seburuk-buruknya manusia hanya Allah yang tahu seperti apa kita dihadapanNya. 

Senin, 20 Februari 2012

jomblo itu pilihan bukan kutukan :)



kesendirianku pilihanku
mencintai itu tak harus memiliki 


aku punya cinta, karena aku wanita
aku ingin bahagia, karena aku manusia
cukup mencintaimu dalam diamku





Kamis, 16 Februari 2012

*no name*



Aku pernah mengucap rindu. Melainkan kau tak pernah tau.
Ketika pikiran ini melayang akan tentangmu, aku rasa ini hanya rindu.

Biarkan rindu ini yang menyelimuti 
biarkan hati ini untukmu
walau tak ada balasan jika aku mencintaimu

semakin dalam aku mencoba melupakan 
semakin tanpa sadar aku mengingatmu.

Rindu yang tak terucap 
Hanya dapat kulukiskan dengan tulisan.

Semoga kau yang disana, bahagia akan hari-harimu dengannya. 


Selasa, 14 Februari 2012

Say no to valentine's day (VALENTINE'S DAY DIMATA ISLAM)

Sebelumnya, artikel ini saya dapat dari teman saya Kasyful Anwar. semoga artikel ini bermanfaat buat kita. khususnya umat muslim.  
selamat membaca temans :) 




Tanggal 14 februari merupakan hari dimana Valentine Day dirayakan, menurut satu versi sejarah terjadinya valentine Day adalah berawal pada dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung (280 – 337 M) karena ia menolak kebijakan sang kaisar yang melarang terjadinya pertunangan dan pernikahan. 

Semua iu terjadi ketika bangsa Romawi terlibat dalam banyak peperangan dimana Kaisar merasa kesulitan merekrut para pemuda untuk memperkuat Armada perangnya, hal itu disinyalir karena banyak pria enggan meninggalkan keluarganya atau kekasihnya.Dalam The Encylopedia Britania vol. 12 sub. Judul Christiany menjelaskan “Agar lebih dapat mendekatkan lagi terhadap ajaran Kristen pada tahun 495 M. Paus Gelasius I merubah upacara Romawi Kuno, menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine Day, untuk menghormati Saint Valentine yang mati”. 

Di Indonesia perayaan Valentine banyak dilakukan oleh kalangan muslim, mereka menganggap hari itu merupakan saat tepat untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
PERTANYAAN

a. Bagaimana hukum merayakan Valentine Day ? 
b. Bolehkah menjual pernak-pernik (souvenir) Valentine Day ? 
JAWABAN

a. Dalam hal ini terdapat pemilahan hukum sebagai berikut :>> Kufur, bila ada tujuan menyerupai non muslim dan sampai kagum pada agama mereka>> Haram apabila hanya bertujuan menyerupai non muslim tanpa disertai kecondongan pada agama mereka 
b. Haram karena termasuk ikut serta terjadinya kemaksiatan 

REFERENSI
1. Fataawa Ibn Hajar al-Haytamy IV/2382. Bughyah al-Mustarsyidiin I/5283. Is’aad ar-Rafiiq II/128

mudah2an dapat membantu Hamba Allah sekalian...


Sabtu, 07 Januari 2012

Hidup adalah Pilihan





Selalu ada pilihan dalam hidup ini. Masing-masing pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Namun, seringnya kita menjatuhkan pilihan justru pada pilihan yang memberikan kenyamanan dalam jangka pendek saja. Pada akhirnya, waktu berlalu tanpa ada makna baru yang bisa kita dapatkan dalam hidup. Kita kerap terbuai oleh alas an-alasan yang membuat kita tetap berada dalam kondisi saat ini meski di sekeliling kita banyak peluang untuk maenjadi lebih baik.

Selama hidup, selama itu pula beragam pilihan akan terus muncul dihadapan kita. Jika anda adalah seorang manusia dewasa, beban untuk memutuskan ada di pundak anda sendiri. Kecuali, jika anda mau disebut bayi raksasa, maka tunggu saja apa yang akan diputuskan oleh orrang lain; pakai baju kuning atau merah, liburan ke Puncak atau Bali, makan lauk ayam apa telur. Apa itu yang anda mau?
Tentu saja mengambil keputusan, apalagi dalam hal-hal yang amat  menentukan dalam hidup, misalnya pernikahan atau menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan ini daan itu, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Tapi, itu bukan alasan untuk menyerahkan keputusan penting dalam hidup anda untuk orang lain. Toh, pada akhirnya andalah yang akan menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut.

Contoh kecilnya saja, dalam menjadi pengambil keputusan yang baik.
Berlatihlah dengan keputusan-keputusan kecil. Misalnya, ketika diajak makan malam oleh teman Anda, cobalah pilih satu tempat yang menarik menurut Anda (bukan lantas Anda memaksakan pilihan tersebut kepada rekan Anda tapi intinya Anda tidah lagi memberikan jawaban “ Terserah Kamulah…” dan lainnya. Lupakan bahwa teman Anda nantinya malah menyesal atau mencela pilihan itu. Apa yang terpenting dalam contoh ini adalah Anda belajar MEMUTUSKAN. Keberanian Anda, itulah makna terpenting.
Waktu kecil, mungkin Anda tidak pernah memikirkan apa pun konsekuensi yang bakal terjadi terhadap setiap keputusan yang Anda buat. Semua tanggung jawab untuk menentukan yang terbaik untuk diri Anda ada di tangan orang tua. Dan semua yang baik menurut orangtua-sadar atau tidak-tetap Anda ikuti. Ituu dulu… sekarang apakah Anda masih mau seperti itu?
Semua tindakan pasti ada konsekuensinya. Memang tidak dilarang mengisi masa muda dengan kegiatan heboh yang meninggalkan kenangan di masa tua nantinya. Tapi harus ingat juga, manusia itu terikat hukum yang lebih tinggi, yaitu hukum Tuhan. Maksudnya, kita sebagai manusia tidak hidup begitu saja. Istilahnya kita ini dikasih ruh dan kehidupan, ada batasan-batasan. Makanya manusia tidak bisa bersenang-senang tanpa memkirkan yang namanya masa depan. Untuk membentuk masa depan itulah manusia diserahi kebebasan untuk memilih, tapi itu semua ada konsekuensinya.
Well, kita tidak hidup untuk hari ini saja. Karena itu, kita harus memikirkan konsekuensi ke depan dari apa saja yang kita putuskan sekarang. Ini bukan berarti tidak berbuat apapun. But, melakukan semuanya dengan tetap ingat apa konsekuensi di belakang itu semua. Belajar menimbang baik buruknya sesuatu. Bukan hanya untuk satu jam kedepan, tapi satu hari, bahkan satu tahun ke depan. Sebab yang bakal menghadapi konsekuensi dari apa yang kita kerjakan adalah diri kita sendiri, bukan yang lain.

Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah dengan gagah. Karena hidup adalah pilihan, maka bijaklah dalam memilih.

Membuat keputusan yang tepat, penting sekali dalam perjalanan hidup semua orang. Dari setiap keputusan yang kita buatlah, masa depan kita terbentuk. Namun tidak semua prang bisa mengambil keputusan dengan tepat dalam setiap kesempatan. Setidaknya kita bisa mempelajari gaya orang-orang hebat mengambil keputusan.